Ikuti  joehoogi.cf  di:

Selamat Jalan Solikhin

Wait Loading...

Mendadak hari masih pagi ketika hujan mengguyur Jogja aku mendapat kabar duka kawan terbaikku yang acap dipanggil Solikhin alias Lie Hien You telah dipanggil Tuhan sesuai jadwal takdirnya yang tak bisa ditunda lagi. Ya, Solikhin telah meninggalkanku meninggalkan kita semua tanpa terkecuali.
Konon dia kawan terbaikku 
sama-sama satu fakultas, 
sama-sama tercatat 
sebagai mahasiswa angkatan lawas 
Universitas Janabadra Jogjakarta. 
Ketika berkecimpung di teather Ujanta. 
Masih terlintas dipikiranku 
dia pernah berperan sebagai waria 
entah alasan apa sang sutradara 
harus memilih figurnya sebagai waria. 
Ketika sama-sama satu in de kost 
sebagai mahasiswa kost 
di kampung underground Badran, 
area frustrasi mangkalnya 
kaum miskin kota.

Konon dia kawan terbaikku 
ketika acap mengajakku 
bermain di meja billyard 
nonton bioskop bareng 
di Arjuna Plaza Jogjakarta. 
Konon plaza paling underground 
yang kini lima belas tahun 
gedung Arjuna Plaza 
dibiarkan merana 
sebagai gedung tak berpenghuni. 
Ketika berdiskusi semalam suntuk 
membahas tentang apa saja 
tapi paling sering 
tentang Indonesia 
dalam cengkraman Orde Baru. 
Kalau sudah diskusi 
tidak terasa bergelas-gelas kopi 
turut menemani perdebatan berdua. 
Hingga tanpa terasa 
kami terpisah setelah diwisuda. 
Meski dua puluh tiga tahun 
kami terpisah 
oleh kesibukan masing-masing 
tapi kami tetap berkawan baik 
meski melalui ruang akun Facebook. 
Hubungan kami tetap terkendali 
meski pertemanan kami
hanya cukup diselesaikan 
melalui chatting di sosmed.

Konon dia kawan terbaikku 
meski dalam acara jumpa 
Reuni Ikabadra tujuh Oktober 
kemarin dia datang 
tapi aku tak menghadiri 
meski demikian kami tetap berteman 
melalui ruang akun WhatsApp 
kami tetap bersapa dan bercanda. 
Masih kurasakan sampai sekarang 
betapa kesehatannya sudah menurun. 
Fisiknya tidak segalak dulu lagi 
ketika dia masih aktif 
di beladiri Kempo. 
Raut wajahnya tampak sangat lelah 
tapi dia bisa bersembunyi 
tebar senyum sana-sini 
dibalik sakitnya.

Mendadak hari masih pagi 
ketika hujan mengguyur Jogja 
aku mendapat kabar duka 
kawan terbaikku 
yang acap dipanggil Solikhin 
alias Lie Hien You 
telah dipanggil Tuhan 
sesuai jadwal takdirnya 
yang tak bisa ditunda lagi. 
Ya, Solikhin telah meninggalkanku 
meninggalkan kita semua 
tanpa terkecuali.

Selamat jalan kawan 
doa dan airmata 
menyertai kepergianmu 
untuk selamanya.


Salam,
Joe Hoo Gi



Anda mau komentar? Klik di sini!



Baca Artikel Lainnya :

Wait Loading...
Wait Loading...

Comments