Ikuti  joehoogi.cf  di:

Sampai Kapan Orang Miskin Dilarang Sakit ?

Wait Loading...


Jika delapan nama penyakit mematikan coronary artery, stroke,  kanker, sirosis, leukemia, renal failur, thalassemia dan hemofilia  tidak ditanggung BPJS maka dapat dipastikan ancaman populasi termaut untuk rakyat miskin Indonesia. 

Masih jelas terlintas dalam benak ingatan bocah anak pemulung 
sebut saja, Deva ditolak sebagai pasien RSUD di Kabupaten Banyumas  hanya gara-gara orangtuanya tanpa bekal biaya hanya menaruh harapan  kepada Jamkesmas

Masih jelas terlintas dalam benak ingatan balita penderita hydrocepalus ditolak sebagai pasien RSUD di Kota Malang hanya gara-gara terlahir sebagai anak orang miskin sementara pihak rumah sakit  beralasan kuota anggaran untuk pasien miskin telah habis. 

Masih jelas terlintas dalam benak ingatan seorang ibu miskin sebut saja, Delvasari terpaksa menggendong jenazah sang balitanya tanpa sarana ambulan hanya gara-gara Delvasari belum menyelesaikan administrasi RSUD di Bandar Lampung. 

Masih jelas terlintas dalam benak ingatan seorang warga di Kabupaten Gresik, sebut saja Bambang Sutrisno akhirnya meninggal dunia setelah dibiarkan merana tanpa perawatan pengobatan hanya gara-gara pihak  RSUD menolak kehadiran pasien miskin tanpa dilengkapi Jamkesmas

Apa yang salah pada masyarakat miskin sehingga dilarang sakit?  Keadaan yang selama ini saya rasakan betapa jika orang miskin tetap saja nekat sakit, padahal sakit pun tidak pernah dimintanya, maka  boleh jadi resiko kematian adalah jawabannya. Hanya mantera dan doa  kesabaran tanpa batas sembari pasrah berserah diri sebagai penawar sakitnya.


Salam, 
Joe Hoo Gi

 



Anda mau komentar? Klik di sini!



Baca Artikel Lainnya :

Wait Loading...
Wait Loading...

Comments