Ikuti  joehoogi.cf  di:

Kalau Mau Jujur Saja

Wait Loading...



Kalau mau jujur saja, 
sebagian masyarakat 
di negeri ini 
suka dengan kegaduhan. 
Apa saja harus dipergaduhan. 
Jika tak bisa dipergaduhkan 
akan dicari-cari 
seribu satu cara. 
Kalau perlu tambahkan 
penyedap rasa. 
Jika kurang hangat 
akan digoreng kembali 
terpenting kegaduhan 
wajib andil.

Kalau mau jujur saja 
sebagian masyarakat 
di negeri ini 
tak ingin sebuah perkara 
ada solusi. 
Kalau perlu perkara 
akan diperanak- pinakan 
menjadi perkara-perkara baru 
sehingga sulit diredam kembali. 
Kalau perlu yang sudah retak 
diprovokasi agar semakin hancur.
Persetan dengan musyawarah.

Kalau mau jujur saja 
sebagian masyarakat 
di negeri ini 
tak mau terjadi kelaparan 
tapi ketika para anak bangsa 
terpenuhi hak kebutuhan pangan 
malah diplintir 
menjadi kurang papan. 
Sebab dalam pemelintiran 
akan berbuah menjadi kegaduhan. 
Kalau sudah gaduh 
baru bisa asyik.

Kalau mau jujur saja 
sebagian masyarakat 
di negeri ini 
hanya ada satu agenda acara. 
Bagaimana masa depan negeri ini 
bisa menjadi pasar malam. 
Ada perpu tak ada perppu 
tetap saja wajah agama 
harus diagitasikan. 
Ada penista tak ada penista 
tetap saja kebencian 
harus ditebarkan. 
Sebab dalam kebencian 
ada kegaduhan.

Kalau mau jujur saja 
sebagian masyarakat 
di negeri ini 
hanya suka kegaduhan 
berjilid-jilid. 
Jika tak bisa gaduh hari ini 
maka berharap besok pagi 
kegaduhan menjadi panglima. 
Kalau perlu pendarahan ibu pertiwi 
mengalami koma di ICCU 
lantas terkapar 
menjadi bangkai.

Kalau mau jujur saja 
sebagian masyarakat 
di negeri ini 
tak butuh harga cabe turun 
sebab ketika harga cabe anjlok 
kegaduhan berganti thema, 
meski sang penista dipenjarakan 
kegaduhan beralih issue. 
Siapapun presidennya 
pasti diperhujat 
sebab dalam hujat 
ada kegaduhan.

Kalau mau jujur saja 
sebagian masyarakat 
di negeri ini 
telah membuat mata hati Tuhan 
menjadi terasa capek sekali 
sehingga membuat kecemasanku 
harus mengakhiri tulisanku ini 
sembari menunggu hujan lekas reda 
sambil menuangkan kopi kembali 
agar wajah Tuhan ada cahaya.

Salam,
Joe Hoo Gi



Anda mau komentar? Klik di sini!



Baca Artikel Lainnya :

Wait Loading...
Wait Loading...

Comments