Ikuti  joehoogi.cf  di:

Al-Zahra Dibakar Hidup-Hidup Di Tengah Masyarakat Agamisnya




Penjahat kemanusiaankah Al-Zahra sehingga masyarakat Agamisnya teramat kesal lantas merimbakan hukum dengan membakar Al-Zahra hidup-hidup? Penjahat korupsikah al-Zahra sehingga harus dibakar hidup-hidup oleh dan di tengah masyarakat Agamisnya? Apa kesalahan fatal yang diperbuat oleh Al-Zahra sehingga masyarakat Agamisnya harus mengeksekusi Al-Zahra dengan membakarnya hidup-hidup?

Konon Al-Zahra dibakar hidup-hidup disebabkan adanya dugaan Al-Zahra telah melakukan tindak pidana pencurian terhadap sebuah amplifier milik sebuah masjid di kampungnya. Pertanyaan saya, berapa nilai harga sebuah amplifier sehingga dianggap nilainya setimpal dengan harga sebuah nyawa manusia? 

Bukankah semahal-mahalnya sebuah barang yang dicuri tetap saja bisa ditebus, tapi bagaimana dengan nyawa Al-Zahra yang sudah terlanjur hilang akibat kematiannya, apakah masyarakat Agamis yang mengeksekusinya bisa menebus nyawa Al-Zahra untuk bisa kembali lagi ke jasadnya? 

Apakah mereka yang membakar hidup-hidup Al-Zahra mampu berpikir, bagaimana jika terbukti Al-Zahra bukan pelaku kejahatan pencurian padahal mereka sudah terlanjur membakar Al-Zahra hidup-hidup?

Negeri rimba tanpa hukumkah yang menjadi pertimbangan mereka sehingga mereka tanpa ada perasaan takut membakar hidup-hidup Al-Zahra? Ataukah mereka yang membakar hidup-hidup Al-Zahra telah punya pertimbangan lain bahwa Tuhan telah mati membusuk sehingga mereka tidak takut kepada dosa lagi dan tega membakar hidup-hidup Al-Zahra? 

Betapa airmata Siti Zubaidah, istri dari Al-Zahra adalah kesedihannya sepanjang hidup yang akan selalu mengenang kekejaman kalian yang telah membakar hidup-hidup Al-Zahra. 

Salam,
Joe Hoo Gi



Mau komentar? Klik di sini!



loading...

Baca Artikel Lainnya :

Memuat...
loading...

Comments