Ikuti  joehoogi.cf  di:

Dari Gie Sampai Ahok

Andai takdir masih berpihak ke nafasmu masihkah kau lantangkan meriam tinta penamu di tengah kokohnya beton tirani rasial sementara peradaban diskriminasi sudah berurat berakar berabad-abad membentuk pola hidup kebencian dalam stereotip kebangsaan?
Tak terasa sudah 
empat puluh tujuh tahun 
usia pusara kepulangan Gie kepadaNya 
tapi cita-citamu sampai kini 
masih aku rasakan 
sebagai wacana tidak berbalas, 
mimpi buruk tidak berbatas 
dan harapan kosong tidak berbelas.

Dominasi mayoritas 
di tengah kemajemukan bangsaku 
masih menjadi tirani primordial 
betapa hidup dalam multi minoritas 
adalah kenyataan untuk mudah ditindas 
adalah ketakutan dan kecemasan Indonesia 
tempo dulu dan sekarang. 

Andai takdir 
masih berpihak ke nafasmu 
masihkah kau lantangkan 
meriam tinta penamu 
di tengah kokohnya 
beton tirani rasial 
sementara peradaban diskriminasi 
sudah berurat berakar 
berabad-abad membentuk 
pola hidup kebencian 
dalam stereotip kebangsaan? 

Betapa kemuliaan 
idealisme perjuanganmu 
selalu berakhir di ujung gelisah 
tanpa jawab tapi sosok kesendirianmu 
bukan pertama sebagaimana 
Martin Luther King JR 
juga tidak kuasa 
mewujudkan cita-citanya 
mengolah harapan 
Amerika multi etnik 
menjadi kenyataan?

Salam,
Joe Hoo Gi



Mau komentar? Klik di sini!



loading...

Baca Artikel Lainnya :

Memuat...
loading...

Comments