English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Ikuti  joehoogi.cf  di:

Ikuti blog saya  RSS  Facebook  Twitter  GooglePlus  LinkedIn  Instagram  Pinterest  Flickr  YouTube  Vidio  SoundCloud  ReverbNation  Vimeo  Tumblr  GoodReads 

Mengungkap Tragedi Pasca 1965 Melalui Media Kartun


Ketika seorang intelektual dari ilmu sosial mengungkapkan suatu peristiwa sejarah maka pengungkapannya akan berbeda dengan apa yang dilakukan oleh seorang kartunis. Seorang intelektual dari ilmu sosial ketika mengungkapkan suatu peristiwa sejarah maka tangannya digunakan untuk menulis. Berbeda dengan seorang kartunis 
ketika mengungkapkan suatu peristiwa sejarah maka tangannya digunakan untuk menggambar. Itulah yang dilakukan oleh sang kartunis Indonesia, Yayak Yatmaka ketika dia harus menggoreskan tintanya untuk menggambarkan peristiwa sejarah tragedi pasca 1965.

Bambang Adyatmaka yang akrab dipanggil Yayak Yatmaka alias Yayak Kencrit alias Yayak Iskra adalah pria kelahiran 1956 di Yogyakartaalumni Fakultas Senirupa dan Disain Institut Tekhnologi Bandung. Semasa mahasiswa dia turut terlibat 
sebagai aktivis mahasiswa 1978.

Prof.Dr. Ben Anderson menyebut lukisan karya Yayak Yatmaka yang penuh dengan nuansa perlawanannya adalah sebagai kartunis penerus Sibarani, seorang kartunis yang terkemuka pada dekade 1960-an.

Yayak Yatmaka sekarang tinggal di sebuah desa Sayegan
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Yayak mendirikan padepokan Ning Neng Nong yang sekaligus dijadikan sanggar lukisnya. Nama Ning Neng Nong diambil dari ajaran Ki hajar DewantaraNing artinya keweninganNong artinya kemenangan, dan Nang artinya kewenangan. Jadi Ning Neng Nong artinya setelah kita weningkita akan mendapat kemenangan, dengan kemenangan kita mempunyai kewenangan.

Rizal Ramli, mantan Menteri Keuangan di era kabinet Gus Dur, dalam komentarnya saat pembukaan pameran lukisan karya Yayak Yatmaka pada tahun 2004 di Taman Ismail Marzuki,"Pada masa Orde Baru, Soeharto memerintahkan kepada aparat militernya untuk mencari dan menangkap Yayak Yatmaka, tokoh dibalik gambar kartun kalender Tanah Untuk Rakyat (1989)." 

Inilah Gambar Sebagai Senjata Rakyat Berjiwa Merdeka yang menguak Tragedi Pasca 1965 karya Yayak Yatmaka. 



Yayak Iskra, Yayak Kencrit, Yayak Yatmaka, Ismaya, demikian panggilan akrab yang dikenal dari sosok yang sama bernama Bambang Adyatmaka. Pria kelahiran Yogyakarta tahun 1956, alumni Fakultas Senirupa dan Disain Institut Teknologi Bandung, telah dikenal sebagai aktivis gerakan sosial sejak tahun 1978.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/odishalahuddin/yayak-kencrit-gambar-sebagai-senjata-rakyat-berjiwa-merdeka_552fe1d76ea834805a8b45af
Yayak Iskra, Yayak Kencrit, Yayak Yatmaka, Ismaya, demikian panggilan akrab yang dikenal dari sosok yang sama bernama Bambang Adyatmaka. Pria kelahiran Yogyakarta tahun 1956, alumni Fakultas Senirupa dan Disain Institut Teknologi Bandung, telah dikenal sebagai aktivis gerakan sosial sejak tahun 1978.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/odishalahuddin/yayak-kencrit-gambar-sebagai-senjata-rakyat-berjiwa-merdeka_552fe1d76ea834805a8b45af.












 
Yayak Iskra, Yayak Kencrit, Yayak Yatmaka, Ismaya, demikian panggilan akrab yang dikenal dari sosok yang sama bernama Bambang Adyatmaka. Pria kelahiran Yogyakarta tahun 1956, alumni Fakultas Senirupa dan Disain Institut Teknologi Bandung, telah dikenal sebagai aktivis gerakan sosial sejak tahun 1978.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/odishalahuddin/yayak-kencrit-gambar-sebagai-senjata-rakyat-berjiwa-merdeka_552fe1d76ea834805a8b45af






Salam,
Joe Hoo Gi






Mau komentar? Klik di sini!



Comments