Ikuti  joehoogi.cf  di:

Mengenang Album Perdana Iwan Fals Yang Beredar Di Kalangan Terbatas

Wait Loading...



Dari tahun 1978-2013 ternyata hanya satu dari empat puluh tujuh album kaset Iwan Fals yang belum pernah beredar ke pasaran publik dan hanya diprioritaskan secara terbatas untuk kalangan sendiri yaitu album perdana Iwan Fals yang diproduksi oleh PT. Radio Ganesha ITB Bandung pada tahun 1978. Sampai sekarang menurut versi khalayak ramai, album kaset perdana Iwan Fals tiada lain album Sarjana Muda yang diproduksi oleh Musica Studio pada tahun 1981. Kondisi ini dapat dimaklumi mengingat album perdana Iwan Fals yang diproduksi oleh PT. Radio Ganesha ITB Bandung hanya diedarkan secara terbatas untuk kalangan antar mahasiswa ITB sendiri, sehingga resikonya banyak khayalak ramai di luar ITB yang tidak banyak tahu jejak keberadaan dari album kaset ini.

Jika kita perhatikan album kaset perdana Iwan Fals yang diproduksi oleh PT. Radio Ganesha ITB Bandung, maka spontan yang terlintas dipikiran kita betapa penggarapan album kaset ini dirilis dengan penuh kesederhanaan, hanya melalui proses perekaman biasa. Tidak ada alat musik lain kecuali gitar kayu akustik dan harmonika. Memang maksud dari peredaran album kaset ini sama sekali tidak mengandalkan tekhnik aransemen musik, melainkan yang menjadi prioritas tujuan perekaman tiada lain penyampaian dari pesan-pesan yang tersirat melalui lirik-lirik lagunya yang sarat dengan kritik sosialnya.  

Semua pesan lagu yang tersirat dalam album perdana ini jika diperdengarkan dalam konteks suasana sistem negara sekarang ini, maka mungkin yang terlintas dalam benak kita adalah hal yang sangat biasa-biasa saja. Tapi jika didengarkan pada zamannya di mana sistem Negara masih otoriter dan anti demokrasi, maka semua pesan lagu yang tersirat dalam album perdana ini memang sangat-sangat lantang berani celoteh liriknya. Boleh jadi jika kita mendengarkan semua lagu pada album perdana ini dengan konteks seolah-olah kita hidup pada zaman Orde Baru yang serba otoriter dan anti demokrasi, maka pada saat memutar kasetnya kita mungkin berpikir beberapa kali untuk menaikkan potensio volume suara lagu yang dihasilkan oleh tape recorder kita sebab siapa tahu setelah kita sedang asyik-asyiknya memutar lagu-lagunya mendadak rumah kita didatangi oleh ketua RT dengan didampingi Babinsa untuk mengintrograsi kita. 

Dari 16 judul lagu yang ada di album kaset ini, hanya ada 7 judul lagu yang tidak asing di telinga kita. Maklum dari 16 judul lagu tersebut hanya 7 judul lagu yang kemudian dirilis ulang kembali oleh perusahaan studio rekaman komersial untuk diedarkan ke pasaran dan menjadi konsumsi publik, antara lain: 3 Bulan, Imitasi, Jhoni Kesiangan, Kisah Sepeda Motorku, Mak, Pemborong Jalan dan Perjalanan. Sedangkan 9 judul lagu lainnya sampai sekarang belum ada perusahaan studio rekaman komersial yang mau merilisnya kembali, antara lain: Anak Cendana, Demokrasi NasiKisah Sapi Malam, Koran, Medley Blowing In The Wind Tokecang, Perawan, Semar Mendem dan Siti Sang Bidadari. Untuk mendengarkan 16 judul lagu tersebut di atas hanya tinggal diklik saja tautan judul lagunya.

Tidak jelas apa yang menjadi alasan dari perusahaan studio rekaman komersial untuk tidak merilis ulang kembali sembilan judul lagu tersebut di atas. Mengapa yang menjadi pilihan untuk dirilis ulang kembali hanya tujuh judul lagu tersebut di atas? Kalau tempo dulu alasannya disebabkan oleh faktor keamanan ketika Negara masih di bawah rezim Orde Baru yang serba otoriter dan anti demokrasi mungkin dapat kita dipahami. Tapi sejak pasca 1998 di mana sistem Negara yang otoriter dan anti demokrasi sudah beralih ke sistem Negara yang reformis dan demokratis, kenyataannya sembilan judul lagu tersebut belum juga dirilis ulang kembali.

Salam,
Joe Hoo Gi





Anda mau komentar? Klik di sini!



Baca Artikel Lainnya :

Wait Loading...
Wait Loading...

Comments