Ikuti  joehoogi.cf  di:

Semoga Lekas Sembuh Alfonsa Diana

Mencintaimu aku tidak menyesalimu. Mencintaimu adalah ibadahku. Sosokmu adalah harapan yang masih menjadi janji.
Kabut masih turun 
di balik luar jendela rumah sakit. 
Aku belum juga bisa tidur. 
Segelas kopi panas 
telah menghangatkan 
dinginnya pagi. 
Jalan-jalan masih sepi 
hanya tukang sapu jalan 
bersihkan sampah berserakan. 
Pada mendung pagi ini, 
doaku menyertaimu, 
semoga lekas sembuh Alfonsa Diana. 
Sementara matahari 
enggan turun menjadi saksi.

Melalui short message service,
jempol tangan kananku 
masih menari-nari 
di keypad handphone 
kala pagi muntahkan air 
dari awan hitamnya, 
tampak langit di kota Bandung 
dirundung mendung. 
Ada pesanku terlintas 
ingin kusampaikan kepadamu. 
Wahai Alfonsa Diana, 
semoga sakitmu terbalur 
oleh mimpi baranya rindu 
di relung ketiak, 
payudara dan selangkanganmu. 

Ketika short message service 
masih kumainkan, 
mendadak sang loper koran 
asal melempar koran 
ke sembarang tempat 
sehingga koran pagi terjebak basah 
akibat atas teras yang bocor 
tepat mengenai meja satpam 
bersebelahan pintu masuk rumah sakit. 
Wahai Alfonsa Diana 
senyummu sebelum sakit 
telah menjadi keramat 
yang mengendap-endap berkarat 
disekujur pikiranku.

Mencintaimu aku tidak menyesalimu.
Mencintaimu adalah ibadahku. 
Sosokmu adalah harapan 
yang masih menjadi janji. 
Jika Takdir mengantarkan kepulanganmu, 
maka yang terjadi 
betapa aku merasakan 
sangat-sangat kehilangan. 
Wahai Alfonsa Diana, 
betapa damainya aku 
ketika aku bisa dekat kepadamu. 
Wajahmu adalah puisi 
yang terus mengalir 
ke muara otakku.

Tanpa terasa sudah 
delapan gelas kopi 
membasahi kerongkonganku. 
Nikmatnya kafein terasa 
menyambar-nyambar di pikiranku 
hingga semalam suntuk 
tiada pernah terantuk kantuk. 
Ini waktu masih pagi 
merambah malu-malu. 
Wahai Alfonsa Diana, 
dalam sepinya 
masih kupanggil-panggil namamu 
tapi suaraku tertelan 
oleh berisiknya air hujan. 
Masih kuingat ketika bersandar 
di padas Krakal di malam hari 
ketika buihnya air laut 
masih bersetubuh berdebat 
kepada Sang Penciptanya.

Salam,
Joe Hoo Gi 



Mau komentar? Klik di sini!



loading...

Baca Artikel Lainnya :

Memuat...
loading...

Comments