Ikuti  joehoogi.cf  di:

Badran Di Tengah Malam Hari

Wait Loading...




Temon namanya 
bocah lanang belasan tahun 
tidak mengenal bangku sekolah 
tidak punya satu bapak 
kecuali seribu bapak 
tidak kenal Tuhan 
kecuali harapan 
untuk bisa makan 
pada hari ini. 

Temon namanya 
bocah lanang belasan tahun 
hanya mempunyai seorang ibu 
sang lonte keriput pinggiran jalan 
menjajakan memeknya 
hanya demi sesuap nasi 
sebungkus rokok kretek 
dan bedak gincu murahan.

Temon namanya. 
bocah lanang belasan tahun 
terlalu dini disebut preman 
meski mengais makan 
lewat memalak dan mencopet 
sementara ibunya hanya pasrah 
menyerahkan nasibnya 
kepada apa dan siapa. 

Temon namanya. 
bocah lanang belasan tahun 
potret kemelaratan anak bangsa 
menjadi warna langit Indonesia 
di tengah para pejabatnya 
yang santun taat beribadah 
satu sisi rajin pencitraan 
sisi lain korupsi jalan terus.

(Puisi berjudul Badran Di Tengah Malam Hari pernah dihargai sebagai juara pertama dalam acara Lomba Menulis dan Membaca Puisi untuk memperingati Dies Natalis XXXIII Universitas Janabadra Yogyakarta, Oktober 1991)

Salam,
Joe Hoo Gi



Anda mau komentar? Klik di sini!



Baca Artikel Lainnya :

Wait Loading...
Wait Loading...

Comments