Tampilkan postingan dengan label Witness. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Witness. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2017

MENGENANG PERISTIWA AMUK 23 MEI 1997 DI BANJARMASIN

Maksud dari tulisan saya ini, Mengenang Peristiwa Amuk 23 Mei 1997 Di Banjarmasin, hanya sekedar berbagi nostalgia dari kesaksian saya untuk mengenang lembaran peristiwa sejarah 19 tahun yang silam betapa kekuasaan Orde Baru yang dibangun secara otoriter dan anti demokrasi selama 32 tahun telah membuat luka-luka penindasan yang dialami oleh segenap para anak bangsa dibiarkan semakin lebar menganga sehingga menjadi borok yang sakitnya terasa seperti jeritan amuk massa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Banjarmasin. Semoga tulisan ini dapat menjadi intropeksi dan refleksi, betapa kekuasaan yang dibangun secara otoriter dan anti demokrasi justru akan menuai badai di kelak kemudian hari. Semua tulisan ini merupakan copy paste dari catatan harian saya.

Senin, 16 Januari 2017

DISKUSI KELOMPOK STUDI FORMASI DIBALIK KERANDA

Maksud dari tulisan saya ini, Diskusi Kelompok Studi Formasi Di Balik Keranda, hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari catatan kesaksian saya untuk mengenang kembali lembaran peristiwa sejarah 23 tahun yang silam betapa perjuangan untuk menegakkan tatanan sistem Demokrasi dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) secara universal di Indonesia semasa dalam rezim kekuasaan Orde Baru, khususnya yang menyangkut hak kebebasan berekspresi, hak kebebesaan berpendapat dan hak kebebasan berserikat ternyata  banyak mengalami kerumitan yang berbelit-belit, rintangan yang berkelak-kelok tak menentu arah dan tantangan yang penuh ancaman resiko yang harus dibayar mahal sebagai pilihan perjuangan demi masa depan negara yang lebih bermartabat, beradab dan demokratis sesuai amanat dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan. Tulisan saya ini merupakan intisari dari catatan harian yang saya tulis ketika saya masih intens sebagai aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an.

MENGENANG PERTEMUAN AKTIVIS GERAKAN MAHASISWA ERA 1990-AN SE-JAWA, SE-BALI DAN SE-MATARAM (JILID SATU)


Tulisan yang bertajuk Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an se-Jawa, Se-Bali dan Se-Mataram, saya bagi menjadi dua serial tulisan. Serial pertama berjudul Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an se-Jawa, Se-Bali dan Se-Mataram (Jilid Satu) yang berlangsung di Kaliurang, Yogyakarta, dan serial kedua berjudul Mengenang Pertemuan Aktivis Gerakan Mahasiswa Era 1990-an se-Jawa, Se-Bali dan Se-Mataram (Jilid Dua) yang berlangsung di Lembang, Bandung.

Kamis, 15 Desember 2016

MENGENANG SOSOK SAHABAT BERNAMA GUN JACK


Ketika saya masih mahasiswa angkatan 1987 di Universitas Janabadra Yogyakarta, tempat kediaman kost pertama saya tiada lain di kampung Badran. Mengapa saya memilih kampung Badran? Karena lokasinya tidak jauh dari kampus saya, cukup di tempuh dengan jalan kaki sekitar kurang lebih delapan puluh delapan ayunan langkah kaki jika saya tak salah menghitung jarak dari kediaman kost saya hingga ke tempat kampus saya. 

Senin, 25 Januari 2016

PERJUANGAN AKSI MAHASISWA UNIVERSITAS JANABADRA MENGUAK KASUS SKANDAL PEMBELIAN TANAH KAMPUS TERPADU

Maksud dari tulisan saya ini, Perjuangan Aksi Mahasiswa Menguak Kasus Skandal Pembelian Tanah Kampus Terpadu, hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang kembali lembaran peristiwa sejarah 22 tahun yang silam betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an, khususnya yang terjadi pada permasalahan internal di Universitas Janabadra yang menyangkut skandal pembelian tanah kampus terpadu Universitas Janabadra di desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta banyak mengalami terjal rintangan, penuh tantangan dan resiko yang harus diambil sebagai pilihan demi untuk sebuah masa depan pendidikan yang lebih bermartabat, beradab dan transparan sesuai amanat dari cita-cita ketika Perguruan Tinggi Swasta ini didirikan. Semua tulisan ini merupakan copy paste dari catatan harian saya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Kamis, 17 Desember 2015

PERLAWANAN TERHADAP AROGANSI SANG REKTOR UNIVERSITAS JANABADRA YANG MENCUTIPAKSAKAN 183 MAHASISWANYA

Maksud dari tulisan saya ini, Perlawanan Terhadap Arogansi Sang Rektor Universitas Janabadra yang Mencuti-paksakan 183 Mahasiswanya, hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang kembali lembaran peristiwa sejarah 25 tahun yang silam betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa era 1990-an, khususnya aksi kepedulian dari beberapa aktivis mahasiwa yang kemudian membuat perlawanan di lingkungan internal dalam wujud Gerakan Mahasiswa untuk memprotes otoriter dan arogansi seorang rektor yang mencuti-paksakan 183 mahasiswanya ketika terlambat membayar SPP, memang banyak mengalami terjal rintangan, penuh tantangan dan resiko yang harus diambil sebagai pilihan demi untuk sebuah masa depan pendidikan yang lebih bermartabat, beradab dan edukatif sesuai amanat dari cita-cita ketika Perguruan Tinggi Swasta ini didirikan. Semua tulisan ini merupakan copy paste dari catatan harian saya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

PERJUANGAN AKSI MAHASISWA UNIVERSITAS JANABADRA MENCARI FIGUR REKTOR DEFINITIF

Maksud dari tulisan saya ini, Perjuangan Aksi Mahasiswa Universitas Janabadra Mencari Figur Rektor Definitif, hanya sekedar berbagi nostalgia perjuangan dari kesaksian saya untuk mengenang kembali lembaran peristiwa sejarah 27 tahun yang silam yang terjadi pada permasalahan internal di Universitas Janabadra betapa proses perjuangan dari para aktivis Gerakan Mahasiswa yang menolak jabatan Drs.Djajeng Soegito,Bsc sebagai Rektor karena tidak sesuai dengan persyaratan jabatan Rektor yang definitif merupakan pilihan yang harus diambil demi untuk sebuah masa depan pendidikan yang lebih bermartabat, beradab dan transparan sesuai amanat dari cita-cita ketika Perguruan Tinggi Swasta ini didirikan. Semua tulisan ini merupakan copy paste dari catatan harian saya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.


Rabu, 25 November 2015

MENGENANG TOM SLEPE KETIKA SAYA MASIH DI SEKOLAH DASAR


Selain Yono Slalu pencipta dan pelantun lagu Surat Cinta Anak Sekolah yang menjadi lagu favorit saya ketika saya masih duduk di bangku SMA, dan Tong Crosby pencipta dan pelantun lagu Untuk Kawanku Pardi yang menjadi lagu favorite saya ketika saya masih duduk di bangku SMP, maka siapa lagi lagu favorite saya ketika saya masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar? Pertama, lagu Balada Kecoa dan Ikan Mas. Kedua, lagu Mey Ling dan Babah Liem. Kedua lagu tersebut diciptakan dan sekaligus dinyanyikan secara humorik pop akustik balada oleh Tom Slepe.


Minggu, 22 November 2015

APAKAH OBBIE MESSAKH PEMILIK NAMA TONG CROSBIE?


Lagu Untuk Kawanku Pardi yang dinyanyikan dalam irama akustik balada oleh Tong Crosbie pada tahun 1982 merupakan salah satu lagu favorit saya ketika saya masih duduk di bangku SMP sekitar di ujung tahun 1982. Lagu Untuk Kawanku Pardi merupakan salah satu lagu yang ada dalam album kaset Tante Betty Koboi.

Rabu, 11 November 2015

SURAT CINTA ANAK SEKOLAH


Surat Cinta Anak Sekolah ini sudah acap aku dengar ketika aku masih duduk di SMU (1984). Surat Cinta Anak Sekolah begitu membekas dalam ingatanku hingga bertahun-tahun terus saja membekas sulit untuk melupakannya. Hingga tidak terasa sudah 30 tahun lagu Surat Cinta Anak Sekolah ini masih saja melekat di pikiranku.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *