Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Desember 2015

KENDALA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA


Tidak ada satu pun negara yang memiliki peraturan perundangan pemberantasan tindak pidana korupsi yang sebanyak di Indonesia. Bayangkan tidak tanggung-tanggung ada sebanyak 24 peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pemberantasan tindak pidana korupsi yang diberlakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.


DIBUTUHKAN DISKURSUS HAM SEJAK DINI UNTUK KURIKULUM PENDIDIKAN KITA


Tidak sedikit pemahaman yang masih menempatkan kedudukan Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai keyakinan politik yang lahir dari paham kapitalisme dan liberalisme. Pemahaman itu boleh jadi benar dan boleh jadi salah. Boleh jadi benar kalau sudah menyangkut hak-hak di luar dasar manusia secara universal. Tapi boleh jadi salah bila sudah menyangkut hak-hak dasar manusia yang bersifat universal. Konklusinya harus dibedakan antara pengertian hak manusia di luar asas universal dan hak manusia yang berasas universal.  

Sabtu, 14 November 2015

REDUPNYA LENTERA KETIKA HARUS MENOLAK PEMBOHONGAN SEJARAH


Hanya gara-gara menyajikan artikel headline berjudul Salatiga Kota Merah yang isinya menolak pembohongan sejarah versi Orde Baru yang mengungkap berita di seputar peristiwa Gerakan 30 September 1965, maka majalah internal kampus Lentera, yang diterbitkan Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, justru berakhir dengan pembredelan yang dilakukan oleh Rektor UKSW atas desakan Polres Salatiga. 


Senin, 09 November 2015

INDONESIA DI BAWAH SEPATU LARS ORDE BARU


Indonesia Di Bawah Sepatu Lars adalah judul Nota Pembelaan (Pleidoi) Oleh Sukmadji Indro Tjahjono (Ketua Dewan Mahasiswa ITB 1977-1978) di Depan Pengadilan Mahasiswa Bandung, Agustus-September 1979.Diterbitkan pertamakali oleh Komite Pembelaan Mahasiswa Dewan Mahasiswa Institut Tekhnologi Bandung 1979.

Selasa, 03 November 2015

JAHATNYA ORDE BARU MELENYAPKAN PERJUANGAN ALIMIN SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL


Alimin bin Prawirodirdjo (1889-1964) merupakan salah satu tokoh pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Karirnya sebagai aktivis pergerakan nasional dirintis pernah menjadi anggota Budi Utomo, Sarekat Islam, pendiri Sarekat Buruh Pelabuhan dan sebagai salah satu tokoh inti Partai Komunis Indonesia. Tapi ketika DN Aidit mendirikan kembali PKI pada tahun 1950-an, Alimin merasa tidak lagi dibutuhkan dan merasa dipinggirkannya hingga akhirnya wafat pada tanggal 24 Juni 1964. Presiden Soekarno melalui SK Presiden No.163 Tahun 1964 tertanggal 26 Juni 1964 menganugerahi gelar Pahlawan Nasional, selain kepada Tan Malaka, juga kepada Alimin sebagai salah satu Pahlawan Nasional.

Sabtu, 31 Oktober 2015

KEPAHLAWANAN NJOTO KANDAS DI TENGAH AMUK ANAK BANGSANYA SENDIRI


Begitu sangat disesalkan jika perjuangan dan pemikiran dari seorang anak bangsa sendiri bernama Kusumo Digdoyo yang kemudian dikenal dengan nama Njoto yang lahir di Bondowoso 17 januari 1927 justru kiprah jasa-jasa kepeduliannya untuk masa depan bangsa dan negara sampai sekarang namanya telah dieliminasikan dari buku-buku sejarah resmi. 

SEMAOEN AKTIVIS BURUH PERTAMA DI INDONESIA


Awal abad ke-20, Indonesia di bawah kekuasaan Hindia Belanda saat itu telah lahir kelas proletar yang terdiri dari buruh kereta api, pegawai kantor pegadaian, buruh perkebunan, buruh pabrik gula dan sebagainya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *