Kamis, 05 April 2018

Jangan Jauhkan Puisi Dari Sukmanya

Kalau saja sampai ada sebuah ekspresi bernama puisi diintimidasi hingga sampai dipolisikan bahkan diadili maka saya lah orang pertama menolak kesewenang-wenangan itu sebab puisi harus dilawan dengan puisi, suka tidak suka adalah selera. Puisi tumbuh dari ekspresi. Puisi bukan tumbuh dari pesanan, dia bisa bebas berbicara apa saja.


Betapa jahatnya tirani jika puisi tertindas oleh tekanan. Pada puisi ada pesan hati merangkai persoalan di medan pikiran paling dalam. 

Menindas ekspresi bernama puisi sama saja menganiaya Tuhan sebab hanya kepada puisi aku bisa berbeda pendapat. Kepada Tuhan, aku bisa berdebat. 

Hanya melalui rangkaian puisi, manusia dapat dengan leluasa berdialog dengan dirinya sendiri, kepada alam dan Sang Penciptanya, kepada entah berantah apa dan siapa. 

Biarkan kehendak bebas puisi mengalir sesuai ritme bahasanya maknai puisi dengan apresiasi interpretasi dan intropeksi bukan intimidasi dan intrograsi.


Salam,
Joe Hoo Gi

Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *