Bagi kita, Teis dan Ateis bisa berkumpul, Muslim dan Kristiani bisa bercanda, Artis dan Atlit bisa bergurau, Kafirin dan Muttaqien bisa bermesraan. Tapi Pluralis dan Anti Pluralis tak bisa bertemu (Ahmad Wahib)

Jumat, 28 Oktober 2011

Masih Mengenangmu

 
masih mengenangmu
pikiranku menjadi mundur 
dua puluh enam tahun
mengingatkan akan segalanya 
catatan harian tak terlupakan
yang ada di sekolah kita
masih mengenangmu 
saat itu siang berganti sore  
di balik jendela kelas 
ketika mata pelajaran berlangsung
entah sudah berapa kali 
mataku terus saja menolehmu
 karena bertepatan kamu lewat 
satu kali, dua kali, tiga kali 
hingga berkali-kali
bolak-balik bagai seterika pakaian 

masih mengenangmu
siapa namamu 
di mana alamatmu 
mencoba bertanya-tanya 
pada diri sendiri 
berujung tak menemui satupun jawaban 
masih mengenangmu 
setiap kali saling berpapasan 
mata hanya saling memandang
kemudian merunduk-nunduk 
betapa semakin saling dilihat 
tingkah menjadi salah-salah
betapa semakin saling dirasa
napas sesak tersengal-sengal
masih mengenangmu 
ketika itu kita masih bocah murid
sekolah menengah umum 
 aku adik kelasmu 
 kamu kakak kelasku 
rambut panjangku menjadi soal 
dikejar guru membawa gunting 
rambut panjangmu tanpa ikal 
justru membawa kenangan penting

masih mengenangmu
  betapa arah mata panahmu  
telah melesat kuat 
 menancap di kedua bola mataku 
  tanpa kusadari tiada kekuatan
 yang dapat melepaskan
hingga lebih dua puluh enam tahun 
  ketika usiaku sudah menembus 
empat puluh tahun

27 september 2011
 
 Salam,
  Joe Hoo Gi 
 
Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *